Jelajah Philippines (Part 1) : Metro Manila

Kali ini saya ingin bercerita tentang pengalaman traveling pertama saya dan suami setelah menikah (kami menikah bulan September 2017). Dimana saya dan suami memang sepakat untuk merencanakan traveling 1 kali dalam setahun ketempat yang benar-benar diinginkan karena mengingat budget yang memang terbatas jadi tidak bisa sering-sering traveling 🀭. Strateginya adalah tahun ini menabung untuk membiayai traveling ditahun berikutnya begitu seterusnya.

Pada awal tahun 2018 kami memutuskan untuk traveling ke Philippines di tahun 2018. Philippines kami pilih sebagai tujuan traveling karena ini adalah pengalaman pertama suami saya liburan ke luar negeri sehingga kami memilih tempat yang tidak terlalu jauh. Selain itu saya juga punya teman orang Philippines yang tinggal di Metro Manila jadi sekalian kami membuat rencana untuk liburan bareng.

Saya dan suami betangkat ke Philippines pada bulan Agustus 2018 dan menghabiskan waktu selama 10 hari dengan itinerary kira-kira sebagai berikut :

Day 1 : Heading to Manila

Kami sampai di Manila sudah sangat sore karena mengambil penerbangan siang dari Jakarta. Perjalanan dari bandara ke penginapan di Manila lumayan lama sekitar 1,5 jam karena jalanan Manila macet sekali sehingga sampai penginapan sudah malam. Dihari pertama ini kami menginap di Morgan Suite Executive Residence di daerah Taguig. Kami menemukan penginapan ini di Airbnb, sebuah apartemen yang menurut saya sangat bersih dan interiornya sangat bagus.

Malam itu kami hanya berjalan-jalan di dekat penginapan untuk mencari makan malam dan kemudian istirahat karena sudah lumayan capek.

Penginapan di Metro Manila

Day 2 : Jelajah Metro Manila

Seperti kebanyakan turis lainnya, kamipun membuat rencana untuk mengunjungi tempat-tempat yang terkenal di Manila. Beberapa tempat yang kami kunjungi adalah Rizal Park, National Museum of Natural History, Intramuros dan Dampa Market.

Dari keempat tempat wisata tersebut yang paling berkesan buat saya adalah mengelilingi kawasan Intramuros berasama tour guide yang banyak menceritakan tentang sejarah Philippines dan Dampa Market yaitu tempat makan seafood yang terkenal di Manila.

Intramuros adalah sebuah daerah bersejarah di Manila yang dikelilingi oleh benteng yang sering disebut dengan “Walled City”. Banyak sekali bangunan bersejarah di area ini dan terjaga dengan baik tentu saja dengan ada renovasi disana sini tetapi suasana sejarahnya masih sangat kental terasa.

Tour guide kami menjelaskan dengan detail sejarah Philippines mulai dari masa penjajahan hingga merdeka. Kami mengelilingi Intramuros dengan menggunakan becak yang dikemudikan langsung oleh tour guide kami.

Oiya, karena orang Philippines pernah dijajah Amerika jadi pemerintah Philippines pada saat itu mewajibkan warganya untuk bisa berbahasa inggris hingga saat ini bahasa inggris menjadi salah satu bahasa wajib warga Philippines. Hal ini membuat bahasa tidak menjadi kendala selama kami berada disana. Tour guide kamipun menjelaskan dengan bahasa inggris yang baik sehingga kami bisa mengerti.

Dampa Market juga merupakan salah satu tempat yang berkesan bagi saya. Makan seafood di Dampa Market ini lumayan unik. Hal pertama yang perlu kita lakukan pada saat sampai dilokasi adalah membeli bahan seafood di pasar yang ada disana, jadi setiap restoran disini tidak menyediakan bahan seafodnya hanya bantu memasak saja. Saya dan suami memutuskan untuk membeli kepiting, udang dan kerang. Hasil belanjaan tersebut kami bawa ke restoran yang sudah kami pilih untuk dimasak. Berdasarkan rekomendasi dari Kyle (teman saya di Philippines) kami memilih bumbu yang sangat popular disana yaitu garlic butter untuk udang, chili sauce untuk kepiting, dan baked scallops untuk kerang. Soooo delicious !

Kuliner di Dampa Market

Day 3 : Manila Airport

Hari ke-3 akhirnya ketemu Kyle! Jadwal liburan barengnya adalah ke Pulau Siquijor. Tapi yang namanya manusia memang hanya bisa berencana, semua keputusan tetap di tangan Allah. Seharian kami hanya menghabiskan waktu menunggu dibandara karena penerbangan kami diundur terus hingga akhirnya pada malam hari kami diinformasikan kalau penerbangan di cancel karena ada pesawat yang accident di landasan pacu.

Sedih sekali rasanya kami tidak bisa ke Siquijor tetapi Kyle dan suaminya menawarkan kota lainnya untuk kami jadikan alternatif pengganti Siquijor. Sedihpun seketika hilang dan saya kembali bersemangat!

Malam itu tentu saja kami tidak langsung berangkat ke kota yang jadi alternatif pengganti. Kami memutuskan untuk istirahat di rumah Kyle dan melanjutkan perjalanan esok hari karena kami butuh energi untuk menempuh perjalanan darat…..

Suasana Manila Airport, banyak penerbangan dibatalkan

(to be continued)

Advertisements

One thought on “Jelajah Philippines (Part 1) : Metro Manila

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s